uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Kasus Penembakan Antara Polisi di Pondok Cabe, Dudung Bahas Emosi dan Rekrutmen Anggota Muda

Jakarta – Kasus penembakan di Pondok Cabe, Tangerang, yang melibatkan anggota Polri, menarik perhatian Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman.

Dudung menegaskan bahwa insiden yang mengakibatkan tewasnya Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai ini perlu dijadikan sebagai bahan introspeksi, termasuk dalam proses rekrutmen anggota kepolisian.

Ia menggarisbawahi betapa pentingnya kemampuan anggota muda Polri untuk mengelola emosi mereka saat menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Menurutnya, masalah internal seharusnya diselesaikan melalui prosedur yang benar agar tidak berujung pada situasi yang tidak diinginkan.

“Memang kadangkala, anak-anak di lapangan perlu memahami bagaimana cara mengatasi masalah emosi yang perlu dikendalikan,” ujarnya pada Senin (19/10/26).

Dudung juga merekomendasikan agar setiap permasalahan yang dihadapi oleh anggota dilaporkan kepada atasan. Dengan cara ini, masalah dapat dimediasi dan solusi dapat ditemukan sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Ia menegaskan bahwa peristiwa tragis ini akan menjadi fokus evaluasi. Salah satu aspek yang akan diteliti adalah proses rekrutmen anggota Polri, terutama dalam menilai komponen ideologi dan psikologis calon anggota.

“Pasti akan ada evaluasi. Sistem rekrutmen, baik dari segi ideologi maupun psikologi, akan sangat diperhatikan. Kita bisa melihat tanda-tanda yang ada, ya,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya memastikan bahwa proses hukum terkait kasus penembakan yang mengakibatkan tewasnya anggota Direktorat Kepolisian Udara (Ditpoludara) berinisial Bharatu LVVL, di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, terus berlangsung.

Kejadian penembakan ini terjadi pada Jumat (16/10/26), sekitar pukul 05.30 WIB. Polda Metro Jaya juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kehilangan anggota Polri tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas wafatnya salah satu anggota Polri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya, sebagaimana dikutip pada Minggu (18/10/26).

➡️ Baca Juga: Mitchell Baker Cetak 5 Gol Kontra Bangladesh, Samai Rekor Legenda Timnas Indonesia 55 Tahun Lalu

➡️ Baca Juga: Bilal Hasan Tantang Petarung Peru MMA, Duel Hari Ini Uji Rekor Sempurna

Related Articles

Back to top button