Kredivo Tawarkan Kemudahan Pembayaran Selama Ramadan Hingga Lebaran 2023

Momentum Ramadan telah kembali memicu peningkatan aktivitas belanja di kalangan masyarakat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan volume transaksi PayLater Kredivo yang mencatatkan kenaikan sebesar 27 persen serta nilai transaksi yang meningkat 26 persen selama periode Ramadan dan Lebaran 2026 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini juga dipicu oleh bertambahnya pengguna baru yang mencapai 31 persen, menandakan bahwa layanan ini semakin diterima luas sebagai solusi dalam mengelola arus kas, khususnya di saat kebutuhan yang meningkat menjelang hari raya.
Dalam konteks pertumbuhan ini, pola penggunaan PayLater menunjukkan perubahan yang lebih terarah. Dominasi tenor satu bulan mengindikasikan bahwa layanan ini semakin dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengelola kebutuhan jangka pendek dengan lebih terencana, terutama menjelang waktu gajian dan pencairan tunjangan hari raya.
Indina Andamari, Senior Vice President Marketing and Communications Kredivo, menyatakan bahwa yang menarik dari Ramadan tahun ini bukan hanya pertumbuhan transaksi, melainkan bagaimana masyarakat mulai mengatur pengeluaran dengan lebih cermat dan strategis.
“Kami mengamati bahwa PayLater banyak digunakan sebelum gajian dan pencairan THR, dengan tenor satu bulan sebagai pilihan utama. Hal ini membantu pengguna untuk tetap menjaga pengeluaran, terutama karena Kredivo menawarkan bunga nol persen dan tanpa biaya admin untuk tenor tersebut,” ujarnya pada Selasa, 7 April 2026.
Selaras dengan tren ini, rata-rata nilai transaksi per pengguna berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta, dengan rata-rata frekuensi transaksi mencapai 4 hingga 5 kali.
Data ini menunjukkan bahwa PayLater digunakan secara luas untuk memenuhi kebutuhan prioritas secara bertahap. Layanan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk transaksi besar, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari yang bersifat rutin.
Peningkatan ini juga terlihat dari pertumbuhan volume transaksi di kategori groceries yang mencapai 160 persen dibandingkan dengan periode Ramadan tahun lalu. Selain itu, transaksi PayLater di merchant offline juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, khususnya di luar wilayah Jabodetabek.
Selama Ramadan 2026, volume transaksi di daerah tier 2 dan 3 mengalami peningkatan sebesar 31 persen, sementara nilai transaksi meningkat hingga 67 persen. Ini mencerminkan semakin terintegrasinya layanan PayLater dalam aktivitas belanja sehari-hari masyarakat di berbagai daerah.
“Kedepannya, kami akan terus berupaya mendorong pertumbuhan yang sehat melalui ekspansi yang hati-hati, penguatan manajemen risiko, penerapan prinsip pinjaman yang bertanggung jawab, serta edukasi keuangan. Tujuan kami adalah agar PayLater tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengguna dan ekosistem,” tambah Indina.
➡️ Baca Juga: Dua Penerbangan Indonesia Terpengaruh Penutupan Wilayah Udara UEA Akibat Drone
➡️ Baca Juga: Izin Usaha BPR Koperindo Jaya Dicabut OJK Karena Tidak Mampu Lakukan Penyehatan




