pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Wisatawan Malaysia Hilang saat Diving di Perairan Sabang, Pencarian Sudah Memasuki Hari ke-6

Operasi pencarian terhadap wisatawan asal Malaysia yang hilang saat melakukan penyelaman di perairan Sabang, Aceh, terus berlanjut. Memasuki hari keenam, tim SAR telah memperluas area pencarian dengan membagi anggotanya menjadi empat tim yang menyisir sekitar lokasi terakhir di mana korban terlihat.

Wisatawan yang tengah dicari tersebut bernama Ho Wee Han, seorang pria berusia 49 tahun. Ia dilaporkan hilang setelah melakukan penyelaman di Shark Plateau, Pulau Selako, Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, pada hari Jumat, 11 September 2026.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menyampaikan bahwa empat tim dikerahkan untuk menyisir sejumlah arah di perairan Pulau Weh. Hal ini dilakukan guna meningkatkan peluang penemuan Ho Wee Han yang hilang dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

“Kami telah membagi tim menjadi empat untuk mencari wisatawan Malaysia yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Pulau Weh, Kota Sabang. Proses pencarian kini telah memasuki hari keenam,” ungkap Ibnu di Banda Aceh pada Rabu, 16 September 2026.

Tim pertama melakukan penyisiran di permukaan dengan menggunakan RIB Pos SAR Sabang, sementara tim kedua bergerak ke arah timur laut menggunakan perahu karet milik Iboih Dive Center. Tim ketiga melanjutkan pencarian ke arah barat laut dengan RIB Pulau Weh Resort, dan tim keempat bergerak ke arah tenggara dengan menggunakan RIB dari Safari Dive Center.

Tidak hanya mengandalkan pencarian di permukaan, para petugas juga melakukan penyelaman hingga kedalaman antara 50 hingga 60 meter untuk mencari Ho Wee Han. Dengan teknik ini, diharapkan dapat menemukan petunjuk lebih lanjut mengenai keberadaan korban.

Area pencarian di permukaan diperluas hingga mencapai radius lima mil laut dari lokasi terakhir di mana Ho Wee Han terlihat. Langkah ini diambil agar potensi penemuan semakin besar, mengingat kondisi lautan yang tidak terduga.

Namun, arus bawah laut menjadi tantangan serius dalam operasi pencarian ini. Keberadaan arus yang kuat dapat menyulitkan tim untuk menemukan korban dengan cepat dan efisien.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Pos SAR Sabang, anggota kepolisian, TNI AL, Polisi Pariwisata Iboih, penyelam profesional, BPBD Kota Sabang, serta masyarakat dan nelayan setempat. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian.

Ho Wee Han diketahui melakukan penyelaman bersama tiga orang lainnya di kawasan Shark Plateau sekitar pukul 15.05 WIB. Mereka berempat melakukan aktivitas menyelam dalam kondisi yang cukup baik, namun situasi berubah ketika mereka berada di kedalaman.

Saat berada pada kedalaman sekitar 20 meter, arus bawah laut menjadi semakin kuat, yang menyebabkan para penyelam terseret dan terjebak pada kedalaman sekitar 30 meter. Dalam kondisi yang sulit ini, Ho Wee Han tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya.

Pencarian awal dilakukan dari permukaan selama kurang lebih 30 menit. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan, sehingga kejadian ini dilaporkan kepada pihak kepolisian dan tim SAR untuk tindakan lebih lanjut.

Semua upaya yang dilakukan oleh tim SAR dan pihak terkait diharapkan dapat segera membuahkan hasil positif, dengan penemuan Ho Wee Han dalam keadaan selamat. Masyarakat dan keluarga yang menunggu kabar tentu sangat berharap agar semua usaha yang dilakukan tidak sia-sia.

➡️ Baca Juga: Populasi Mitsubishi Capai 2,4 Juta Unit, ETLE Handheld, dan L300 Siap Digunakan Negara

➡️ Baca Juga: 100 Peserta Mudik Gratis ke Jawa Tengah Berangkat dari Aeon Deltamas dengan Aman dan Terencana

Related Articles

Back to top button