pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Selamat, Kini Dalam Proses Pemeriksaan Setelah Kapal Terbalik

Nakhoda KM Virgo Transport 8 yang mengalami insiden terbalik di perairan Laut Jawa kini dapat bernapas lega setelah ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ini, nakhoda kapal tersebut tengah menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai kejadian tragis ini.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, mengonfirmasi bahwa nakhoda merupakan salah satu dari 114 individu yang berhasil ditemukan dalam operasi pencarian dan evakuasi yang intensif.

Dari total tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam keadaan baik, sementara enam orang lainnya dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

“Untuk nakhoda, alhamdulillah selamat dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya dalam keterangan pers pada Rabu, 16 September 2026.

Suntana belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai proses pemeriksaan yang dijalani nakhoda KM Virgo Transport 8. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menggali informasi penting mengenai peristiwa kapal terbalik di Laut Jawa ini.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan bahwa alat pemancar radio darurat (EPIRB) milik KM Virgo Transport 8 masih berfungsi dengan baik dan aktif.

Syafii menjelaskan bahwa sinyal dari EPIRB tersebut terus dipantau oleh beberapa stasiun pemantauan internasional, termasuk yang ada di Australia dan Singapura.

“Jadi, saya tegaskan bahwa pemancar darurat kapal tersebut aktif. Jika di pesawat ada ELT, di kapal kita sebut EPIRB, dan untuk individu menggunakan PLB. EPIRB kapal ini aktif dan dimonitor di berbagai stasiun, baik itu di Australia, Singapura, maupun oleh Basarnas melalui MEOLUT atau LEOLUT,” tegasnya.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada hari Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita.

Kapal tersebut berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026, dengan total 243 orang di dalamnya, termasuk penumpang dan kru kapal.

Dari total 243 individu tersebut, 114 orang telah berhasil ditemukan, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan yang berupaya menemukan mereka.

➡️ Baca Juga: Evolusi Mobil Pemimpin Iran yang Mewakili Prinsip Kesederhanaan dan Keberlanjutan

➡️ Baca Juga: Witan Sulaeman Ungkap Suasana Ruang Ganti Persija Setelah Kemenangan atas Persib

Related Articles

Back to top button