Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi 6% Akan Ciptakan 2,4 Juta Lapangan Kerja

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen diperkirakan akan mampu menciptakan sekitar 2,4 juta lapangan kerja baru.
Purbaya menjelaskan bahwa estimasi tersebut didasarkan pada analisis yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 persen dalam produk domestik bruto (PDB) dapat menghasilkan sekitar 400 ribu lapangan kerja.
“Jika satu persen menghasilkan 400 ribu lapangan kerja, maka jika kita mencapai 6 persen, akan ada 2,4 juta lapangan kerja yang tercipta dari pertumbuhan tersebut,” ungkap Purbaya dalam keterangannya pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Meskipun demikian, dia mengingatkan bahwa proyeksi itu belum cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang berusia produktif. Purbaya memperkirakan bahwa penyerapan tenaga kerja akan optimal hanya jika ekonomi tumbuh pada kisaran 6,5 hingga 6,7 persen.
“Oleh karena itu, kami berupaya agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara bertahap agar semua tenaga kerja yang masih aktif dapat terserap dan pengangguran dapat berkurang,” jelasnya.
“Jika pertumbuhan hanya 5 persen, itu belum cukup. Maka, kami berusaha untuk mencapai 6 persen di semester kedua tahun ini. Tahun depan kami targetkan mencapai 6 persen, dan di tahun berikutnya kami merencanakan pertumbuhan yang lebih cepat lagi,” tambahnya.
Pemerintah menargetkan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 dapat mencapai 6 persen secara tahunan (year on year/yoy), sebagai bagian dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun tersebut.
Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa target pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan target yang tercantum dalam APBN 2026, yang berada di angka 5,4 persen.
Pada tahun 2027, inflasi diperkirakan akan dijaga dalam rentang 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 10 tahun diproyeksikan berada di angka 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah diharapkan stabil di sekitar Rp17.500 per 1 dolar Amerika Serikat.
Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan akan berada di kisaran 75 dolar AS per barel, dengan target lifting minyak sebesar 610.000 barel per hari, dan lifting gas sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.
Selanjutnya, pemerintah menargetkan penurunan tingkat kemiskinan pada tahun 2027 menjadi antara 6,0 hingga 6,5 persen, dibandingkan dengan target APBN 2026 yang berkisar antara 6,5 hingga 7,5 persen. Hal ini diharapkan dapat didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta efektivitas APBN.
Tingkat pengangguran terbuka juga diproyeksikan akan turun menjadi antara 4,30 hingga 4,87 persen pada tahun 2027, dari kisaran 4,44 hingga 4,96 persen yang ditargetkan untuk tahun 2026.
Selain itu, rasio gini yang mencerminkan ketimpangan pendapatan masyarakat ditargetkan membaik menjadi antara 0,362 hingga 0,367, dibandingkan dengan target tahun ini yang berkisar antara 0,377 hingga 0,380. Indeks modal manusia juga ditargetkan meningkat menjadi 0,575.
➡️ Baca Juga: Napi Korupsi Dapatkan Makanan Setelah Sidang, Kementerian Imigrasi Berikan Tanggapan Resmi
➡️ Baca Juga: Pemerintah Mempercepat Pembangunan Huntap untuk Masyarakat Terdampak Bencana




