Bio Farma Raih Izin Edar BPOM untuk Vaksin Rotavirus Neonatal Bio-RV, Ketahui Manfaatnya

Jakarta – Vaksin rotavirus neonatal yang dikenal dengan nama Bio-RV, hasil kolaborasi antara PT Bio Farma (Persero) dan Murdoch Children’s Research Institute (MCRI), telah menerima Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada tanggal 2 September 2026.
Penerbitan NIE bagi vaksin yang berfungsi melindungi anak-anak dari infeksi rotavirus ini merupakan pencapaian signifikan setelah melalui serangkaian penelitian, pengembangan, uji praklinis dan klinis, alih teknologi, registrasi, serta persiapan manufaktur yang melibatkan banyak institusi baik nasional maupun internasional.
“Penerbitan NIE ini menunjukkan bahwa Bio-RV telah melalui evaluasi ketat dari BPOM RI, terkait keamanan, efektivitas, dan mutu sesuai standar serta regulasi yang berlaku,” ungkap Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, dalam keterangannya pada tanggal 5 September 2026.
Bagi PT Bio Farma dan MCRI, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga riset, akademisi, industri, dan mitra global dapat mendorong inovasi bioteknologi yang memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Bio-RV merupakan vaksin rotavirus hidup yang telah dilemahkan secara alami dan diberikan dengan cara oral. Vaksin ini dirancang untuk mencegah gastroenteritis atau diare akut yang disebabkan oleh infeksi rotavirus, dan pemberiannya dilakukan dalam tiga dosis. Dosis pertama diberikan pada usia 0–5 hari, dosis kedua pada usia 8–10 minggu, dan dosis ketiga pada usia 12–14 minggu.
“Karakteristik vaksin ini memungkinkan untuk memulai pemberian vaksin sejak periode neonatal, sehingga perlindungan terhadap infeksi rotavirus dapat dibangun sejak awal kehidupan bayi,” tambahnya.
Kehadiran Bio-RV sangat relevan, terutama karena rotavirus masih merupakan salah satu penyebab utama diare parah pada bayi dan balita. Berdasarkan data dari Indonesia Rotavirus Surveillance Network yang mencakup periode 2001–2017, rotavirus diketahui menyebabkan sekitar 41–58 persen kasus diare pada balita yang memerlukan perawatan di rumah sakit.
“Diare yang terjadi berulang kali dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak,” jelas Shadiq.
Diperolehnya NIE untuk Bio-RV merupakan bagian dari komitmen PT Bio Farma dalam menghadirkan inovasi vaksin yang mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat kemampuan nasional dalam pengembangan vaksin.
“Bio-RV bukan sekadar peluncuran produk vaksin baru. Di balik pencapaian ini terdapat perjalanan panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan, proses, uji praklinis dan klinis, alih teknologi, registrasi, serta persiapan manufaktur. Semua proses tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara para peneliti, akademisi, industri, dan mitra global,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengelola Keuangan Saat Ekspansi Cabang Baru Bisnis Rumahan Anda
➡️ Baca Juga: Keluarga dan Sahabat Mengantar Vidi Aldiano ke Tempat Peristirahatan Terakhir dengan Khidmat




