happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
lifestyle

Harga RAM PC Naik Signifikan, Permintaan AI Tekan Pasokan Memori Secara Drastis

Harga komponen PC kembali menarik perhatian banyak pihak. Kali ini, fokus utama tertuju pada harga RAM atau memori yang mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini disebabkan oleh ketatnya pasokan di pasar dan lonjakan permintaan dari sektor pusat data.

Situasi ini dapat berdampak langsung pada harga PC, laptop, hingga perangkat lain yang memerlukan DRAM. Bagi konsumen di Indonesia yang berencana merakit PC atau melakukan upgrade RAM, fluktuasi harga memori menjadi hal yang perlu dicermati dengan seksama.

Salah satu penyebab utama di balik fenomena ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Pusat data semakin membutuhkan memori dalam jumlah besar untuk menjalankan berbagai layanan berbasis AI, sementara kapasitas produksi chip memori tidak dapat ditingkatkan dengan cepat.

Menurut analisis yang dirilis oleh TrendForce, diperkirakan harga kontrak DRAM konvensional pada kuartal IV 2025 akan mengalami kenaikan antara 18 hingga 23 persen secara kuartalan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekspansi pusat data dan peningkatan pesanan dari penyedia layanan cloud menjadi pendorong utama kenaikan harga ini.

Permintaan terhadap teknologi AI tidak hanya meningkatkan kebutuhan akan kapasitas memori, tetapi juga mempengaruhi cara produsen dalam mengalokasikan fasilitas produksinya.

Pusat data yang berfokus pada AI memanfaatkan berbagai jenis memori, termasuk High Bandwidth Memory (HBM) untuk mendukung prosesor AI. Di sisi lain, server juga memerlukan DRAM konvensional dengan kapasitas yang lebih besar.

Masalah yang dihadapi adalah produksi berbagai jenis memori tersebut tetap bergantung pada kapasitas produksi semikonduktor yang terbatas. Ketika permintaan dari perusahaan cloud dan penyedia infrastruktur AI meningkat, produsen memiliki insentif untuk memprioritaskan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Akibatnya, pasokan DRAM yang tersedia untuk komputer konsumen semakin tertekan.

TrendForce memperkirakan bahwa kondisi ini akan berlanjut hingga tahun 2026. Pada awal tahun, harga kontrak DRAM konvensional bahkan diproyeksikan akan meningkat antara 90 hingga 95 persen secara kuartalan. Sementara untuk DRAM yang digunakan dalam PC, kenaikannya diperkirakan bisa lebih dari dua kali lipat dalam satu kuartal.

Kenaikan harga RAM tidak selalu tampak langsung melalui lonjakan harga modul memori di toko-toko. Dampak dari kenaikan ini juga dapat dirasakan pada harga keseluruhan komputer.

Produsen PC harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk komponen yang mereka beli. Jika tren kenaikan harga ini berlanjut, sebagian dari biaya tersebut kemungkinan akan diteruskan kepada konsumen, yang akan berujung pada harga perangkat yang lebih mahal.

➡️ Baca Juga: Nabilah Selebgram Jadi Tersangka Usai Unggah Dugaan Pencurian di Media Sosial

➡️ Baca Juga: Hana Malasan Resmi Tunangan dengan Sean Gelael, Calon Menantu Rini S Bono

Related Articles

Back to top button