happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

BRIN Kembangkan Inovasi Baru Pengganti LPG 3 Kg yang Dapat Menghemat Hingga 2 Kali Lipat

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini sedang mengembangkan sebuah teknologi inovatif yang dikenal sebagai Adsorbed Natural Gas (ANG), yang dirancang untuk menjadi alternatif bagi gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang umum digunakan di rumah tangga.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa teknologi ini memanfaatkan Metal Organic Framework (MOF), yang diharapkan dapat memberikan efisiensi penggunaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sistem yang ada saat ini.

“Teknologi ini diproyeksikan untuk menawarkan efisiensi yang mencapai dua kali lipat, bahkan hampir 1,5 hingga dua kali lipat lebih baik. Ini akan menjadi sebuah revolusi energi bagi Indonesia,” ujarnya pada acara Energy Week 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Arif memberikan contoh konkret, di mana sebuah keluarga yang biasanya menggunakan satu tabung gas konvensional berkapasitas tiga kilogram dalam sepuluh hari, dapat memperpanjang waktu penggunaan dengan teknologi ANG hingga 20-25 hari.

Inovasi yang ramah lingkungan ini, lanjutnya, dikembangkan melalui kolaborasi dengan ahli terkemuka dari Kyoto, Prof Susumu Kitagawa. Kerjasama ini mencakup pembangunan laboratorium kemitraan di Serpong, Tangerang Selatan.

“Kami harap, pada tahun 2027, inovasi ini dapat kami luncurkan dan disebarluaskan ke masyarakat,” kata Arif.

Menurut Arif Satria, pengembangan sumber energi baru ini merupakan bagian dari upaya BRIN untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan energi nasional, sehingga Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara maju lainnya.

Ia menekankan pentingnya inovasi yang solid, ekosistem yang mendukung, dan kolaborasi antara laboratorium, universitas, industri, pemerintah, serta masyarakat dalam rangka transformasi energi di Indonesia.

“Pengembangan energi terbarukan adalah salah satu prioritas utama kami. Indonesia memiliki potensi besar dalam energi surya, panas bumi, angin, bioenergi, dan berbagai sumber energi bersih lainnya,” ungkap Arif Satria.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menilai bahwa langkah hilirisasi teknologi yang diusung oleh BRIN bersama para peneliti di universitas merupakan solusi yang paling rasional dan berkelanjutan.

“Dengan dukungan riset yang solid, talenta unggul, dan keterlibatan industri, kami percaya bahwa Indonesia bisa mencapai kemandirian energi, memperkuat industri nasional, dan bertransformasi menjadi negara maju,” tambah Brian Yuliarto.

➡️ Baca Juga: Wamenhaj Ingatkan Petugas Haji untuk Utamakan Pelayanan Jemaah Tanpa Pameran Diri

➡️ Baca Juga: Samsung S25 vs iPhone 16: Duel OS, Mana Fitur AI-nya Lebih Membantu?

Related Articles

Back to top button