Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

depo 10k depo 10k
berita

IRGC Mengancam Serang Perusahaan Teknologi AS, Termasuk Apple dan Google

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengeluarkan pernyataan ancaman yang mencolok terhadap sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Di antara perusahaan yang menjadi target adalah Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.

Pada hari Selasa, IRGC mengumumkan bahwa sebanyak 18 perusahaan teknologi akan dipandang sebagai “target yang sah” sebagai respons atas serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui saluran Telegram, IRGC menyatakan, “Mulai sekarang, setiap kali terjadi pembunuhan, salah satu perusahaan Amerika akan dihapus dari peta.” Pernyataan tersebut diambil dari laporan yang dikutip oleh CNBC Internasional pada Kamis, 2 April 2026.

IRGC juga menginformasikan bahwa serangan terhadap perusahaan-perusahaan yang disebutkan akan dimulai pada pukul 20.00 waktu Teheran pada Rabu, 1 April, atau sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam pengumuman tersebut, semua karyawan yang bekerja di perusahaan terkait disarankan untuk segera meninggalkan lokasi demi keselamatan mereka.

Daftar nama perusahaan yang ditargetkan mencakup Cisco, HP, Intel, Oracle, IBM, Dell, Palantir, JPMorgan, Tesla, GE, Spire Solutions, Boeing, serta perusahaan kecerdasan buatan asal Uni Emirat Arab, G42.

“Keselamatan dan kesejahteraan tim kami adalah prioritas utama. Kami sedang mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mendukung karyawan serta fasilitas kami di Timur Tengah, dan kami terus memantau situasi secara aktif,” ujar seorang juru bicara dari Intel dalam pernyataan kepada CNBC.

Sementara itu, James Henderson, CEO perusahaan manajemen risiko Healix, menilai bahwa ancaman yang meningkat terhadap perusahaan teknologi bukanlah sesuatu yang bersifat sementara, tetapi lebih kepada pola yang berkelanjutan.

“Aset teknologi kini dianggap sebagai bagian dari konflik, bukan lagi sekadar entitas yang tidak terlibat. Ini juga menunjukkan bahwa krisis di masa depan bisa saja menargetkan pusat data dan platform cloud, sama seperti target strategis yang umum,” jelasnya.

Di awal bulan Maret, terdapat laporan bahwa Iran telah menyerang pusat data AWS di Timur Tengah, yang mengakibatkan gangguan pada beberapa aplikasi dan layanan digital di Uni Emirat Arab.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi asal AS memang semakin banyak berinvestasi di Timur Tengah, khususnya dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan, mengingat kawasan ini menawarkan energi yang terjangkau dan lahan yang tersedia.

Semua perusahaan yang disebutkan dalam pernyataan di Telegram tersebut telah diminta memberikan tanggapan. Namun, hingga berita ini diturunkan, Microsoft, Google, dan JPMorgan memilih untuk tidak memberikan komentar.

➡️ Baca Juga: Pemerintah Jamin Persiapan Haji 2026 Tetap Lancar di Tengah Ketegangan Timur Tengah

➡️ Baca Juga: Penanganan Kasus Pencurian di Lingkungan Masyarakat

Related Articles

Back to top button