Bupati Situbondo Tegaskan Peran Vital Industri Tembakau bagi Masyarakat Lokal

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan industri hasil tembakau (IHT) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Ia menggarisbawahi bahwa sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi daerah sekaligus sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat.
Rio menjelaskan bahwa Situbondo menempati posisi sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbesar ketiga di Jawa Timur. Oleh karena itu, pembatasan yang diterapkan terhadap industri tembakau dapat mengakibatkan dampak signifikan bagi masyarakat yang bergantung pada pendapatan dari sektor ini.
“Selama kita belum menemukan alternatif pekerjaan lain, maka perekonomian masyarakat masih sangat tergantung pada industri tembakau. Sikap saya tegas, saya akan memperjuangkan hak masyarakat saya untuk mempertahankan pekerjaan tersebut,” ujar Rio dalam pernyataan resminya pada Minggu, 6 September 2026.
Ia juga menyoroti kontribusi penting sektor tembakau terhadap pendapatan negara yang diperkirakan mencapai Rp218 triliun. Rio menekankan bahwa setiap kebijakan yang membatasi industri tembakau harus mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap daerah yang ekonominya masih bergantung pada sektor ini.
Dukungan terhadap industri tembakau juga berhubungan erat dengan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Di Situbondo, dana tersebut digunakan untuk berbagai pembangunan dan fasilitas kesehatan. Tahun lalu, pemerintah daerah bahkan mengalokasikan dana untuk membeli 38 ambulans yang ditujukan bagi masyarakat desa, sementara Dinas Kesehatan Situbondo menerima alokasi DBHCHT sebesar Rp26,2 miliar pada tahun 2026.
Rio juga mendorong kemudahan dalam berinvestasi dengan mengundang para pelaku usaha untuk mendirikan pabrik rokok di Situbondo. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan fakta bahwa masyarakat masih sangat bergantung pada tembakau sebagai sumber pendapatan.
“Saya melihat kenyataan bahwa masyarakat Situbondo menganggap tembakau sebagai bagian dari budaya mereka, bukan hanya sekadar sumber ekonomi. Itu adalah posisi saya. Oleh karena itu, saya akan selalu mendukung sektor ini,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Transformasi Pelabuhan Internasional RI: Dari Status Based ke Performed Based untuk Optimalisasi Kinerja
➡️ Baca Juga: Teheran: Selat Hormuz Terbuka untuk Semua, Kecuali Bagi Musuh Iran




